Pegiat Buruh Semarang Nekat Lakukan Jalan Kaki Menuju Senayan Jakarta

Oleh: Adi Soedjarwo Nasional | Minggu, 27 September 2020 - 12:54:49 WIB | dibaca: 371 pembaca

    Pegiat Buruh Semarang Nekat Lakukan Jalan Kaki Menuju Senayan Jakarta

    Foto | Para pegiat Buruh Semarang saat akan melakukan Long March menuju senayan, Sabtu (26/9)

    Jakarta |  Badan Legislasif DPR RI sejak hari Jumat kemarin (25/9), kemudian dilanjutkan pada hari Sabtu (26/9),  telah melakukan pembahasan omnibus law RUU Cipta Kerja untuk klaster ketenagakerjaan pasal demi pasal. 


    Terkait dengan pembahasan tersebut ketua DPD FSP KEP-KSPI Provinsi Jawa Tengah Zainudin Aktivis Buruh Semarang melakukan aksi jalan kaki (long march) dari Semarang menuju ke Senayan Jakarta, menurutnya aksi kali ini dalam rangkaian penolakan Omnibus Law Cipta Kerja, Minggu (26/9).


    Pegiat buruh Semarang Zainudin beserta rekan-rekannya di Jawa Tengah melakukan aksi jalan kaki (Long March) dari Semarang - Jakarta, menurutnya aksi tersebut untuk menuntut kluster ketenagakerjaan dari RUU Omnibus Law yang saat ini sedang dibahas di baleg DPR RI untuk segera dicabut.


    "Para pengkhianat yang ada di DPR RI harus sadar bahwa mereka adalah perwakilan rakyat," Tegas Zainudin ketua DPD FSP KEP-KSPI Jawa Tengah


    Kami menuntut kalster Ketenagakerjaan untuk dicabut sekarang juga, untuk itu aksi kali ini dalam rangkaian perlawanan buruh di Kota Semarang Jawa Tengah dan seluruh Indonesia dalam rangka penolakan terhadap Omnibus Law demi masa depan yang lebih baik karena Omnibus Law ini mengancam sampai ke anak cucu, kalau Covid-19 itu hanya bisa merusak satu generasi tetapi Omnibus Law bisa membunuh tujuh generasi, kata Zainudin


    "kawan-kawan saya mohon izin dan saya mohon doa restunya mudah-mudahan kita semua diberikan kesehatan dari marabahaya berharap apa yang saya lakukan ini membuahkan hasil berjalan dengan lancar dan sebagaimana harapan kita semua," pungkasnya.[Red]

    Adi Soedjarwo
    Penulis: Adi Soedjarwo

    Penulis adalah aktif di dunia tulis menulis, juga seringkali menulis kolom dan tulisan-tulisannya dimuat di beberapa harian nasional.

    0 Komentar

    Tulis Komentar

    Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

    Komentar Facebook