Opini

Diduga Penyebab Terancamnya Ekosistem Laut Adalah Aktifitas Tambak Dan Kapal Besar

Oleh: Admin Artikel | Senin, 01 Maret 2021 - 21:41:09 WIB | dibaca: 419 pembaca

    Diduga Penyebab Terancamnya Ekosistem Laut Adalah Aktifitas Tambak Dan Kapal Besar

    suaratanggamus.com, Tanggamus | Dilihat dari kejadian ikan paus yang terdampar di Pantai Tengor Cukuh Balak hari senin, (01/03/2021). Keberadaan Pabrik atau Tambak yang terletak di sekitar Pantai Cukuh Balak dan Kapal-kapal besar yang berlalu lalang di teluk semangka Tanggamus diduga menjadi salah satu penyebab terancamnya ikan dan ekosistem laut.

     

    Tim suaratanggamu.com mendapat laporan dari salah satu warga Cukuh Balak Romas Adi Wijaya, bahwa di Cukuh balak ada dua lokasi Tambak Udang yang sudah beroprasi lebih-kurang lima belas tahun dan ada satu Tambang Batu ziolit yang juga melakukan kegiatan penambangan di dekat pantai Tengor sekitar satu tahun ini.

     

    "Aktivis yang akrab di panggil Adi itu memberikan komentar, saya kira aktifitas Tambak yang beroprasi di sekitar Pantai Cukuh Balak bisa menjadi salah satu pemicu tercemarnya perairan yang ada di sekitar pantai, akibat dari limbah yang di hasilkan setiap harinya sehingga dapat merusak berbagai jenis isi laut," ujarnya.

     

    Lanjutnya, mengingat kejadian ikan paus yang terdampar bukan kali pertama fenomena ini terjadi, tahun lalu juga terdapat ikan paus yang terdampar di tempat yang sama Pantai Tengor Cukuh Balak.

     

    "Selain itu salah satu penyebap kerusakan ekosistem yang ada di laut juga merupakan aktifitas Kapal-kapal bersar yang melintas di perairan Teluk Semangka mengeluarkan Sonar suara tinggi yang membuat kebisingan di dalam laut,  karang-karang yang di lalui juga terdampak oleh arus gelombang kapal," ungkapnya.

     

    Menurut Romas Adi Wijaya, seharusnya ada batasan-batasan yang mengatur ketertiban Tambak dan kapal-kapal tersebut, sehingga limbah yang dihasilkan tambak dan kapal yang berlalu di sana tidak berdampak pada kerusakan lingkungan, kata Adi seorang Mahasiswa IAI An-Nur Lamsel (Institut Agama Islam An-Nur Lampung Selatan) salah satu pemuda Cukuh Balak yang juga selaku pemangku Adat Pekon Gedung Makhga Pekhtiwi.

     

    "Semestinya jenis-jenis satwa seperti ikan paus, lumba-lumba, pesut dan dugong itu perlu benar-benar dijaga kelestariannya agar tidak punah, supaya dapat sampai kepada anak cucu kita nanti dan menjadi salah satu warisan wisata yang ada di Indonesia," terangnya.

     

    Sambungnya, mamalia sejenis ikan paus juga memiliki sistem navigasi untuk penunjuk arah maka ketika navigasi ini mengalami gangguan, mereka akan menepi karna kehabisan oksigen sehingga terdampar akibat dari gangguan ini. 
    "bisa jadi karna aktifitas hilir kapal-kapal yang berlalu sehingga navigasinya terganggu," pungkasnya. (Red)

     

    Admin
    Penulis: Admin

    Penulis adalah aktif di dunia tulis menulis, juga seringkali menulis kolom dan tulisan-tulisannya dimuat di beberapa harian nasional.

    0 Komentar

    Tulis Komentar

    Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

    Komentar Facebook