Kabar Harian

Kepala Pekon Gedung Diduga Resufle Aparatur Tanpa Berpedoman Pada Undang Undang

Oleh: Admin Daerah | Rabu, 28 April 2021 - 07:11:13 WIB | dibaca: 235 pembaca

    Kepala Pekon Gedung Diduga Resufle Aparatur Tanpa Berpedoman Pada Undang Undang

    Suaratanggamus.com, Tanggamus | Kepala Pekon Gedung (Ikbal Azrori), Kecamatan Cukuh Balak  Kabupaten Tanggamus terkesan tidak mengindahkan Surat Edaran (SE) Bupati nomor 141/1466/09/2021 yang merujuk surat Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri) no.140/1682/SJ tanggal 2 Mei 2020 tentang larangan mengangkat aparatur pekon baru dan pemberhentian aparatur pekon selama enam bulan kedepan tertanggal 15 Maret 2021.

    Sebelumnya Pemerintah Daerah Kabupaten Tanggamus melalui camat Cukuh Balak Yosef, S.E telah melakukan himbauan dengan melayangkan surat teguran Dan Binaan, guna ketertiban regulasi.

    “Sesuai dengan surat edaran bupati kami sudah melayangkan surat teguran dan akan kami lakukan pembinaan agar Kepala Pekon dapat menjalankan dan mematuhi peraturan yang berlaku, dan akan kami segara tindak lanjut. ” terang Yosef, S.E Camat Cukuh Balak.

    Dikatakan Darmawan Kasi Pelayanan  Pekon Gedung mengatakan." kami memang di Undang secara tertulis oleh Kepala Pekon untuk Rakor (Rapat Kordinasi) penyusunan Program kerja namun sesampai kami di kantor Kepala Pekon, kami  diharuskan untuk menandatangani surat pengunduran Diri,  kata kakon harus segera dikumpul jam 12.00 WIB sepulang nya Dari kantor. "Kata Darmawan. Senin (26/04/21).Siang.

    Masih sama, Darmawan menjelaskan." dan juga undang undang harus diTunjukan kepada kami kenapa kami diharuskan mengundurkan diri dari jabatan kami, jikalau Dirolling Itu kami setuju setuju Saja Tetapi kalau diberhentikan dengan sewenang wenang tentu kami tidak terima, ini sudah menyalahi peraturan, kami seakan akan diintimidasi Kepala pekon, saya berharap supaya ada sikap tegas dari pemerintah dalam menangani persoalan ini." terang Darmawan.

    Ditempat yang sama dijelaskan Ahmad zubaidi." saya tidak mau tanda tangan alasannya karna ini bukan keluar dari hati nurani saya, saya masih sanggup bekerja untuk melayani masyarakat, seharusnya kepala pekon Harus merujuk Ke Perbup Yang berlaku, dan seharusnya kakon selama iya dilantik menjadi Kepala Pekon harus membina Aparatur selama enam bulan Pertama iya menjabat, jikalau memberhentikan aparat pekon harus ada alasan yang Logis dan jelas pada undang undang Yang berlaku."Jelas Pusaka Panggilan Akrabnya.

    Ditempat yang sama, Bahyuti menyatakan sikap" Kami dipaksa oleh Kepala Pekon Diharuskan tanda tangan, dan saya menandatangani itu Karna unsur paksaan dari kakon Sendiri, kami sudah ber koordinasi dengan Camat Cukuh Balak dan kami juga sudah membuat surat pernyataan. "terang Bahyuti.

    Senada disampaikan Rustam kasi Pemerintahan Pekon Gedung. "Kami tidak akan tanda tangan karna saya masih bisa bekerja untuk Masyarakat dan masih sanggup melayani masyarakat sesuai dengan peraturan yang berlaku, jadi Saya tidak akan menandatangani surat pemberhentian perangkat Pekon ini, sebab bukan atas kemaun kami yang membuat surat pengunduran diri tersebut. "Ungkapnya.  (Red)

    Admin
    Penulis: Admin

    Penulis adalah aktif di dunia tulis menulis, juga seringkali menulis kolom dan tulisan-tulisannya dimuat di beberapa harian nasional.

    0 Komentar

    Tulis Komentar

    Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

    Komentar Facebook