kesehatan

Penyandang Hipokalemia Dapat Berobat Rutin Dengan JKN-KIS

Oleh: Admin Nasional | Selasa, 15 Juni 2021 - 09:45:12 WIB | dibaca: 68 pembaca

    Penyandang Hipokalemia Dapat Berobat Rutin Dengan JKN-KIS

    Suaratanggamus.com, Bandar lampung | Hipokalemia adalah suatu kondisi ketika kadar kalium dalam peredaran darah seseorang lebih rendah daripada normal, yaitu di bawah 3,5 mEq/L. Kalium berperan dalam membawa sinyal listrik untuk sel tubuh termasuk sel otot dan saraf, berperan dalam kontraksi otot termasuk otot jantung, serta berperan dalam regulasi tekanan darah. Jika kadar kalium dalam tubuh berlebihan, ginjal akan mengendalikan keseimbangan kalium dalam tubuh, dengan mengeluarkannya lewat urine. Kadar kalium yang berada di bawah angka 2,5 mEq/L, dapat berakibat fatal.

    Beberapa gejala dari hipokalemia yaitu lemah, letih, keram otot pada tangan dan kaki yang kadang dapat cukup parah, hingga menyebabkan pengidapnya tidak dapat menggerakkan tangan dan kaki, mual, muntah, palpitasi atau detak jantung cepat, tidak teratur, pingsan karena tekanan darah yang rendah, gangguan psikis, seperti depresi, psikosis, delirium, kebingungan dan halusinasi.

    Seperti yang dirasakan Novita Asniati (36) warga Kampung Kaung Kelurahan Way Lunik Kecamatan Panjang Kota Bandar Lampung tidak bisa berdiri untuk berjalan karena mengidap penyakit hipokalemia sejak 5 tahun yang lalu. Penyakit itu datang setelah dirinya melahirkan anak pertamanya. Sejak saat itu, Novita kesulitan untuk beraktivitas. Apalagi ia harus mengurus anaknya yang baru saja dilahirkan. Novita untuk bergerak dan berpindah tempat hanya mengandalkan kedua tangannya untuk menarik badannya. Ketika Junaidi suami Novita ingin mengobatinya dengan membawa ke Rumah Sakit, Ia dan suami merasa tak berdaya karena tak memiliki uang untuk biaya berobat. Beruntung Novita dan keluarganya mendapatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari Pemerintah Pusat.   

    “Setelah mendapatkan kartu JKN-KIS, suami langsung membawa saya berobat. Setelah diperiksa di Puskesmas Panjang, saya dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek Bandar Lampung. Alhamdulillah bisa berobat, dirawat selama 10 hari kondisi saya saat itu cukup membaik, pelayanannya juga sangat baik,“ cerita Ibu dua anak ini.

    Setelah itu, dirinya diminta dokter untuk rutin kontrol setiap 2 minggu. Namun karena keterbatasan keuangan membuat dirinya harus lebih lama untuk melakukan kontrol ke dokter karena suaminya hanya bekerja sebagai buruh pabrik yang penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari-hari. Belum lagi suaminya tidak bisa untuk terlalu sering izin tidak masuk kerja karena mengantarnya berobat.

    Meskipun mendapatkan cobaan yang cukup berat, Novita bersyukur Pemerintah memperdulikan kondisi rakyatnya dengan memberikan jaminan kesehatan gratis melalui Program JKN-KIS.

    “Alhamdulillah, negara hadir bantu rakyat yang sakit dan kurang mampu seperti saya, tentu banyak rakyat yang membutuhkan pengobatan atas penyakitnya, namun tidak punya biaya. Inilah fungsi Program Jaminan Kesehatan Nasional. Semoga Program JKN-KIS terus ada membantu rakyat Indonesia,“ tutup Novita. (Red)

    Admin
    Penulis: Admin

    Penulis adalah aktif di dunia tulis menulis, juga seringkali menulis kolom dan tulisan-tulisannya dimuat di beberapa harian nasional.

    0 Komentar

    Tulis Komentar

    Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

    Komentar Facebook